|
1. Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap
Keberadaan sarana dan prasarana perikanan tangkap di wilayah pesisir sangat mendukung keberhasilan dan kelangsungan usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh para nelayan di laut. Sarana dan prasarana perikanan tangkap di Kabupaten Pasaman Barat sampai saat ini belum mampu mendukung kegiatan yang dilakukan oleh para nelayan. Salah satu penyebab kurangnya sarana dan prasarana ini adalah karena masih kurangnya perhatian pihak terkait untuk membangun kawasan pesisir disamping kurangnya kemampuan masyarakat pesisir itu sendiri untuk membangun sarana dan prasarana yang diperlukan. Sebagian besar daerah nelayan memiliki sarana dan prasarana jalan yang belum memadai, sehingga daerah nelayan jarang dikunjungi oleh pihak terkait akibatnya daerah ini luput dari perhatian dan program-program pembangunan untuk pengembangan kawasan pesisir. Sarana dan prasarana yang ada saat ini baru berupa dua unit pelabuhan perikanan yang terdapat di Sasak dan Air Bangis. Pelabuhan perikanan Sasak tidak dapat difungsikan karena adanya permasalahan tanah, pendangkalan di kolam pelabuhan dan pengaruh abrasi tanah. Kedua pelabuhan itupun belum dilengkapi sarana penunjang lainnya seperti pabrik es, SPDN, Cold Storage dan lainnya.
2. Transportasi Darat
Sarana transportasi darat merupakan sarana penting untuk membuka keterisoliran sebuah wilayah dan sangat berguna untuk akses orang dan barang dari suatu tempat ke tempat yang lain. Salah satu faktor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah ketersediaan jaringan jalan berkualitas baik. Jalan darat yang ada di kabupaten Pasaman Barat terdiri dari jalan aspal sepanjang 284,50 Km dan jalan kerikil sepanjang 79,2 Km. Jarak ibu kota Kabupaten (Simpang Empat) dengan ibu kota propinsi (Padang) sekitar 175 Km. Jarak antara ibu kota kabupaten dengan ibu kota kecamatan adalah sebagai berikut : | NO. | Ibu Kota Kecamatan | Jarak (Km) | Kondisi Jalan | | 1 | Silaping | 80 | Baik(Aspal Beton) | | 2 | Air Bangis | 75 | Baik(Aspal Beton) | | 3 | Parit | 54 | Baik(Aspal Beton) | | 4 | Ujung Gading | 48 | Baik(Aspal Beton) | | 5 | Sungai Aur | 44 | Baik(Aspal Beton) | | 6 | Paraman Ampalu | 37 | Baik(Aspal Beton) | | 7 | Simpang Empat | 0 | Baik(Aspal Beton) | | 8 | Sasak | 20 | Baik(Aspal Beton) | | 9 | Simpang Tiga | 9 | Baik(Aspal Beton) | | 10 | Kinali | 25 | Baik(Aspal Beton) | | 11 | Talu | 29 | Baik(Aspal Beton) |
Kondisi jalan untuk transportasi darat kota kabupaten ke kota kecamatan dapat dikatakan baik dan lancar, namun untuk berhubungan dengan daerah-daerah yang ada dikawasan pesisir masih sulit, kecuali Air Bangis dan Sasak, sedangkan daerah lain seperti Sikabau, Sikilang, Maligi, Mandiangin dan Katiagan dapat dijangkau melalui jalan kerikil yang dibuat oleh PT yang mengelola kelapa sawit, sedangkan Pulau Panjang hanya dapat dijangkau dengan transportasi laut.
3. Transportasi Laut
Dengan berkembangnya jaringan jalan darat akhir-akhir ini, maka jalur transportasi lalu lintas melalui laut untuk mengangkut orang dan barang sudah semakin berkurang, satu-satunya daerah yang masih mengandalkan sarana transportasi laut adalah Pulau Panjang. Pelabuhan Niaga di Air Bangis (pelabuhan pembantu Teluk Bayur) sebagai sarana pengangkut barang dan manusia nyaris tidak berfungsi lagi dan kondisinya pun sudah sangat memprihatinkan, kerena tidak ada lagi yang memanfaatkan pelabuhan tersebut sebagai tempat labuh dan bersandar kapal-kapal niaga dan kapal pesiar. Pada tahun 1980 pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan yang aktif melayani keperluan transportasi orang dan barang, sekarang lalu lintas transportasi laut hanya digunakan untuk kegiatan masyarakat nelayan sebagai tempat bersandar kapal-kapal perikanan. 4. Listrik
Listrik merupakan fasilitas penting untuk menunjang perkembangan perekonomian dan pelengkap kehidupan dalam suatu wilayah. Dengan terjadinya pemekaran kabupaten dan berkembangnya industri pengolahan kelapa sawit dan sektor industri lainnya, maka kebutuhan listrik semakin meningkat. Sumber tenaga listrik yang digunakan berasal dari PLTA Maninjau dan PLTD, sedangkan dibeberapa daerah pedalaman seperti Katiagan, Maligi, Sikilang, dan Sikabau dan beberapa daerah lainnya digunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ukuran mini yang dikelola oleh masyarakat setempat. PLTD ini biasanya hanya hidup pada malam hari.
5. Telekomunikasi
Sesuai dengan perkembangan industri, perdagangan, perkantoran dan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Pasaman Barat, maka sarana telekomunikasi sangat dibutuhkan. Sarana telekomunikasi yang ada sekarang berupa telepon otomatis, telepon seluler, telegrap, serta pelayanan pos dan giro. Pada saat sekarang dari 11 kota kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman barat telah dilengkapi dengan sarana telekomunikasi, berupa telepon otomatis atau telepon seluler.
6. Air Bersih
Sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti untuk rumah tangga, industri, dan untuk kebutuhan lain berasal dari PDAM, sumur gali dan sungai. Kualitas air yang ada cukup baik untuk dikonsumsi kecuali dibeberapa daerah tertentu airnya agak kecoklatan sehingga bila akan diminum perlu dilakukan penyaringan terlebih dahulu. Fasilitas air bersih yang berasal dari PDAM baru tersedia di kawasan perkotaan, sedangkan di daerah-daerah lain menggunakan sumur gali, dan bahkan dibeberapa daerah tertentu disamping menggunakan sumur gali juga menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari.
7. Bank
 Lembaga keuangan (Bank) di Kabupaten Pasaman Barat tersebar di berbagai daerah baik berupa bank pemerintah maupun bank swasta. Di kota Simpang Empat telah berdiri 4 (empat) lembaga keungan (bank) seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Simpang Empat, Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Negara Indonesia (BNI), dan BRI unit Simpang Empat. Sedangkan dibeberapa kota kecamatan kecuali Kecamatan Sasak telah berdiri BRI unit, dan di Ujung Gading selain BRI unit juga telah berdiri Bank Pembangunan Daerah, begitu juga halnya di Simpang Tiga juga telah berdiri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Syariah.
8. Rumah Sakit
Sebagai sarana untuk menunjang kesehatan masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat telah berdiri beberapa rumah sakit umum, baik Rumah Sakit Umum Pemerintah maupun Rumah Sakit Umum yang dikelola oleh swasta, serta beberapa unit Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Di kota Simpang Empat terdapat dua Rumah Sakit Umum yaitu Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit Umum Swasta Ibnu Sina (YARSI). Kedua rumah sakit ini telah dilengkapi dengan kamar penginapan untuk pasien rawat inap dan beberapa orang Dokter Spesialis serta tenaga medis lainnya. Sedangkan di kota-kota kecamatan atau daerah-daerah pedalaman juga telah dilengkapi dengan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu.
|