|
Dampak Gempa Sumatera Barat di Kabupaten Pasaman Barat |
|
Ditulis oleh admins
|
|
Senin, 05 Oktober 2009 07:26 |
|
Gempa yang melanda Sumatera Barat pada hari Rabu (30/9/2009) pada jam 17.16 yang berpusat 57 km dari Padang Pariaman turut memberi dampak yang sangat luar biasa di Kab. Pasaman Barat. Gempa terasa cukup kuat diseluruh Kab. Pasaman Barat. Gempa ini paling dirasakan oleh warga terutama di daerah sekitar Pantai Sumatera. Daerah yang paling terkena dampak adalah Kec. Kinali, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kec. Pasaman, Kecamatan Sungai Beremas. Berikut data korban/ kerusakan yang dihimpun/ terdata oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat: |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Keberadaan Sarana dan Prasarana |
|
Sabtu, 28 Maret 2009 02:50 |
|
Keberadaan sarana dan prasarana perikanan tangkap di wilayah pesisir sangat mendukung keberhasilan dan kelangsungan usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh para nelayan di laut. Sarana dan prasarana perikanan tangkap di Kabupaten Pasaman Barat sampai saat ini belum mampu mendukung kegiatan yang dilakukan oleh para nelayan. Salah satu penyebab kurangnya sarana dan prasarana ini adalah karena masih kurangnya perhatian pihak |
|
Selanjutnya...
|
|
Pasaman Barat Merajut Diri 2 |
|
Jumat, 06 Maret 2009 15:49 |
|
Setelah empat tahun mandiri sebagai kabupaten sendiri berpisah dari Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat pun mulai mengedepankan potensi ekonominya. Berbagai sektor menjanjikan prospek cerah, tinggal investor yang datang untuk menggarapnya. Perjalanan selama hampir tiga jam dari Padang menuju Pasaman Barat nyaris tidak membosankan. Pemandangan alam yang memperlihatkan Pasaman Barat sebagai kawasan pertanian dan pariwisata membuat perjalanan cukup menggairahkan. Dengan beragam pemandangan alam yang diperlihatkan, dari mulai pegunungan hingga lahan pertanian, tak ayal, tekad Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang hendak menjadikan pertanian sebagai modal utama dalam mendorong perekonomian kabupaten itu tidak bisa disangkal lagi. |
|
Selanjutnya...
|
|
Pasaman Barat Merajut Diri |
|
Jumat, 06 Maret 2009 15:38 |
|
Setelah empat tahun mandiri sebagai kabupaten sendiri berpisah dari Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat pun mulai mengedepankan potensi ekonominya. Berbagai sektor menjanjikan prospek cerah, tinggal investor yang datang untuk menggarapnya. Perjalanan selama hampir tiga jam dari Padang menuju Pasaman Barat nyaris tidak membosankan. Pemandangan alam yang memperlihatkan Pasaman Barat sebagai kawasan pertanian dan pariwisata membuat perjalanan cukup menggairahkan. Dengan beragam pemandangan alam yang diperlihatkan, dari mulai pegunungan hingga lahan pertanian, tak ayal, tekad Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang hendak menjadikan pertanian sebagai modal utama dalam mendorong perekonomian kabupaten itu tidak bisa disangkal lagi. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ormas Islam Pasaman Barat Kembali Tolak Pakpahan |
|
Jumat, 06 Maret 2009 12:05 |
|
Hidayatullah.com--Janji akan menurunkan massa lebih besar bila tuntutan tak dipenuhi, benar-benar dibuktikan gabungan Ormas Islam di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), provinsi Sumbar. Rabu siang, ratusan massa kembali berunjuk rasa menolak pengangkatan Viktor Pakpahan sebagai Ketua Pengadilan Negeri Pasbar. Dalam aksi ketiga kali dengan jumlah massa lebih besar ini, massa ormas Islam kembali menuntut pencabutan SK Mahkamah Agung (MA) atas pengangkatan ketua PN Pasbar yang baru Viktor Pakpahan menggantikan Arsyad Sundusin yang dimutasi ke Aceh. Alasannya sangat logis, Ketua PN yang baru itu tidak seiman dan seaqidah dengan mayoritas masyarakat di Daerah yang berjulukan "Negeri Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Rao" atau "Negeri Seribu Surau" dengan lebih 99 persen berpenduduk muslim itu. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |